
Wayang Kulit
Wayang paling ikonik dari Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur. Terbuat dari kulit kerbau yang ditatah dan diwarnai, dimainkan dengan bayangan di balik kelir diterangi lampu.



Karakter, Cerita, dan Bayangan Kehidupan
Di balik setiap guratan tokoh wayang, tersimpan filosofi mendalam dan nilai kehidupan masyarakat Jawa.


Wayang kulit merupakan bentuk seni adiluhung yang telah diakui UNESCO sebagai Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity. Setiap guratan karakter memuat makna doa dan tuntunan hidup.
Setiap tokoh wayang memiliki karakter, sifat, dan filosofi yang menggambarkan berbagai nilai kehidupan manusia.
Diakui UNESCO sebagai Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity.
Setiap pertunjukan wayang menggabungkan seni pedalangan, musik gamelan, sastra, tari, dan seni rupa dalam satu pementasan.
Satu dalang bisa memainkan lebih dari 60 tokoh wayang dalam semalam pertunjukan, lengkap dengan mengatur suara berbeda untuk tiap karakter, menyanyikan tembang, dan memberi aba-aba kepada para niyaga (penabuh gamelan) — semua dilakukan sendirian, semalam suntuk.

Kenali macam-macam pewayangan dan karakteristik mereka yang penuh makna

Wayang paling ikonik dari Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur. Terbuat dari kulit kerbau yang ditatah dan diwarnai, dimainkan dengan bayangan di balik kelir diterangi lampu.

Khas tanah Sunda, Jawa Barat. Berbeda dari wayang kulit, ini boneka kayu tiga dimensi yang bisa dilihat langsung wujudnya tanpa bayangan.

Pertunjukan wayang yang diperankan langsung oleh manusia, lengkap dengan kostum, tarian, dan dialog. Berkembang pesat di lingkungan keraton Surakarta dan Yogyakarta.

Terbuat dari kayu pipih, lebih tipis dari wayang golek. Biasa membawakan cerita-cerita pasca-Majapahit seperti Damarwulan. Berkembang di pesisir utara Jawa Timur.

Salah satu bentuk wayang tertua di Jawa, berupa gulungan kertas atau kain panjang bergambar adegan cerita, dibeberkan sedikit demi sedikit sambil dalang bertutur.
“Wayang bukan sekadar pertunjukan, melainkan cerminan perjalan manusia dalam memilih antara kebaikan dan keburukan.”

Kenali kisah-kisah legendaris serta ketokohan para ksatria pewayangan Jawa dan filosofi luhurnya.

Putra sulung Pandawa yang berwatak sabar, jujur, adil, dan menjunjung tinggi kebenaran tanpa pernah berbohong.

Tokoh Pandawa kedua yang gagah berani, berbadan besar, memiliki kuku Pancanaka, dan setia pada kebenaran.

Ksatria otot kawat balung wesi, putra Bima yang memiliki kesaktian luar biasa hingga mampu terbang tanpa sayap.
Visualisasi pertunjukan, pusaka, serta tokoh-tokoh agung seni wayang kulit Jawa.


